STAR
Purchase Order (PO) yang didapat dari Marketing atau Forecast yang dikeluarkan oleh General Manager (GM) / Plant Manager (PM)
Hitung berapa rencana yang akan diproduksi setelah PO atau Forecast dikurangi dengan stock Gudang
MASUKAN ORDER PRODUKSI
Masukan order produksi sesuai dengan PO atau Forecast setelah dikurangi stock Gudang
HITUNG DENGAN FORMULA
Setiap Produk atau satu jenis barang membutuhkan beberapa material yang dirangkum menjadi FORMULA
Setelah memasukan order produksi maka akan didapatkan Rekapitulasi kebutuhan material
KEBUTUHAN MATERIAL PRODUKSI
Dari rekapitulasi kebutuhan material secara total keseluruhan dari order produksi
HITUNG DENGAN STOCK MATERIAL
Dari setiap kebutuhan material maka dikurangi dengan stock material di Gudang maka akan didapatkan real kebutuhan material untuk order produksi tersebut
PERMINTAAN MATERIAL
Dengan mengetahui kebutuhan material yang dibutuhkan untuk memenuhi order produksi maka kita dapat membuat Permintaan Barang kepada Purchasing.
FINISH
Dengan begitu kita sudah membuat kebutuhan material untuk order produksi yang diinginkan.
Laman
PPIC ( Product Planning Iventory Control )
Bagi semua pemula yang ingin mempelajari tentang PPIC secara mendasar, berdasarkan pengalam kerja.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Jumat, 25 Februari 2011
Kamis, 24 Februari 2011
KONTROL SAVE / LOSS MATERIAL PRODUKSI
Dalam suatu produksi melibatnya material untuk menciptakan suatu produk dan dimana material itu terdiri dari bermacam-macam.
Tanpa kita sadari apakah material yang kita keluarkan untuk suatu produk sesuai dengan kebutuhan produk tersebut, dalam artian jika produk tersebut membutuhkan 5kg suatu bahan dan bahan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan produk tersebut yaitu 5kg bahan.
Didalam suatu arus material kita harus bisa mengetahui apakah material tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan jika terjadi kekurangan ( loss ) didalam suatu produksi maka analisa secara umum yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Pencurian material
2. Penyusutan material karena sifat material tersebut atau perlakuan yang salah terhadap material tersebut.
3. Kesalahan didalam pengiputan data kontrol bahan tersebut.
Dan jika secara data kontrol bahan tersebut menghasilkan kelebihan bahan ( save )maka yang menjadi penyebabnya antara lain kesalahan penginputan data dan ada yang memanifulasi data tersebut.
Jadi jangan anggap remeh penkontrolan bahan tersebut karena tanpa kita sadari maka akan terjadi kerugian yang sangat besar atau keuntungan yang didapat seharusnya lebih besar menjadi lebih kecil karena kehilangan ( loss )bahan tersebut.
Tanpa kita sadari apakah material yang kita keluarkan untuk suatu produk sesuai dengan kebutuhan produk tersebut, dalam artian jika produk tersebut membutuhkan 5kg suatu bahan dan bahan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan produk tersebut yaitu 5kg bahan.
Didalam suatu arus material kita harus bisa mengetahui apakah material tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan jika terjadi kekurangan ( loss ) didalam suatu produksi maka analisa secara umum yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Pencurian material
2. Penyusutan material karena sifat material tersebut atau perlakuan yang salah terhadap material tersebut.
3. Kesalahan didalam pengiputan data kontrol bahan tersebut.
Dan jika secara data kontrol bahan tersebut menghasilkan kelebihan bahan ( save )maka yang menjadi penyebabnya antara lain kesalahan penginputan data dan ada yang memanifulasi data tersebut.
Jadi jangan anggap remeh penkontrolan bahan tersebut karena tanpa kita sadari maka akan terjadi kerugian yang sangat besar atau keuntungan yang didapat seharusnya lebih besar menjadi lebih kecil karena kehilangan ( loss )bahan tersebut.
Selasa, 11 Januari 2011
MRP
BAB III. PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU / PLANNING OF REQUIRETMENT OF RAW MATERIAL
Didalam suatu Industri diperlukan merencanakan kebutuhan bahan baku yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkanya dalam artian bahan baku yang di order adalah bahan baku yang mempunyai kualitas dan sesuai dengan kebutuhan produksi suatu industri tersebut. Selain itu tugas PPIC juga harus dapat memastikan pembelian barang secara efisien dan efektif tidak membuat gudang menjadi overload dan produksi menjadi tepat waktu dalam artian PPIC dapat memperhitungkan berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan dan kapan bahan baku itu diperlukan maka dengan perhitungan itu gudang bahan baku tidak akan mengalami overload dan produksi berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Sesuai dengan pengalaman saya maka PPIC dapat memperhitungkan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku sebagai berikut :
1. Bahan Baku yang dibutuhkan untuk Prodduk Reguler
Untuk produk ini maka kita sudah mempunyai perhitungan yang pasti karena produk regular ini sudah mempunyai forecast dari Marketing / Management dan target untuk penjualanya bulan demi bulan jikalau produk reguler tersebut akan dihentikan produksinya atau tidak lagi mejadi produk reguler Marketing / Management pun akan menginformasikan ke PPIC agar tidak memasukan prencanaan kebutuhan bahan bakunya dan tidak menstock bahan baku tersebut.
Didalam perencanaan bahan baku ini maka PPIC memerlukan beberapa data yang diperlukan sebagai berikut :
• Forecast Barang Jadi
• Lead Time Order
• Minimum Order
• Safty Stock
• Rata-rata Pemakaian
Dengan adanya data-data tersebut maka PPIC dapat memperhitungkan perencanaan kebutuhan bahan baku sebagai berikut :
• FORECAST
Perhitungan yang dibuat berdasarkan pasar yang dilihat oleh Marketing / Management sehingga didapatkan perencanaan penjualan barang jadi minimal dalam tiga bulan ke depan dengan bulan berjalan.
NO BARANG JADI BULAN
JANUARY FEBRUARY MARET
1 Barang A 1000 1000 1000
2 Barang B 500 1000 750
3 Barang C 500 500 500
Keterangan :
No : Untuk mengetahui jumlah barang yang ada.
Barang Jadi : Nama barang / item
Bulan January : Bulan berjalan
Bulan February : Bulan akan datang
Bulan Maret : Bulan ketiga ( perkiraan barang jadi tersebut masih diminati )
• LEAD TIME ORDER
Perhitungan Purchasing yang diberikan ke PPIC setelah memperhitungkan proses pembelian bahan baku dari awal menerima PPB ( Permintaan Pembelian Barang ), penawaran harga, approval purchase order dan sampai supplier menerima purchase order.
• MINIMUM ORDER
Minimum order didapatkan dari Purchasing setelah melakukan negosiasi dengan supplier, dalam hal ini purchasing mendapatkan infomasi kebutuhan bahan baku yang akan digunakan yang dari perhitungan PPIC sehingga pada saat meminta pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang di minta karena untuk masalah ini supplier sendiripun mempunyai perhitungan kapasitas produksi dan kapasitas daya angkut expedisinya dengan ini maka akan terciptalah kerjasama yang baik dengan supplier sehingga dapat menghasilakan efektifitas dan efisiensi yang lebih besar.
• SAFTY STOCK
NO BAHAN BAKU BULAN TOTAL RATA-RATA PEMAKAIAN SAFTY STOCK
JAN FEB MAR
1 Bahan A 100 50 150 300 100
2 Bahan B 25 50 50 125 42
3 Bahan C 75 85 75 235 78
Didalam suatu Industri diperlukan merencanakan kebutuhan bahan baku yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkanya dalam artian bahan baku yang di order adalah bahan baku yang mempunyai kualitas dan sesuai dengan kebutuhan produksi suatu industri tersebut. Selain itu tugas PPIC juga harus dapat memastikan pembelian barang secara efisien dan efektif tidak membuat gudang menjadi overload dan produksi menjadi tepat waktu dalam artian PPIC dapat memperhitungkan berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan dan kapan bahan baku itu diperlukan maka dengan perhitungan itu gudang bahan baku tidak akan mengalami overload dan produksi berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Sesuai dengan pengalaman saya maka PPIC dapat memperhitungkan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku sebagai berikut :
1. Bahan Baku yang dibutuhkan untuk Prodduk Reguler
Untuk produk ini maka kita sudah mempunyai perhitungan yang pasti karena produk regular ini sudah mempunyai forecast dari Marketing / Management dan target untuk penjualanya bulan demi bulan jikalau produk reguler tersebut akan dihentikan produksinya atau tidak lagi mejadi produk reguler Marketing / Management pun akan menginformasikan ke PPIC agar tidak memasukan prencanaan kebutuhan bahan bakunya dan tidak menstock bahan baku tersebut.
Didalam perencanaan bahan baku ini maka PPIC memerlukan beberapa data yang diperlukan sebagai berikut :
• Forecast Barang Jadi
• Lead Time Order
• Minimum Order
• Safty Stock
• Rata-rata Pemakaian
Dengan adanya data-data tersebut maka PPIC dapat memperhitungkan perencanaan kebutuhan bahan baku sebagai berikut :
• FORECAST
Perhitungan yang dibuat berdasarkan pasar yang dilihat oleh Marketing / Management sehingga didapatkan perencanaan penjualan barang jadi minimal dalam tiga bulan ke depan dengan bulan berjalan.
NO BARANG JADI BULAN
JANUARY FEBRUARY MARET
1 Barang A 1000 1000 1000
2 Barang B 500 1000 750
3 Barang C 500 500 500
Keterangan :
No : Untuk mengetahui jumlah barang yang ada.
Barang Jadi : Nama barang / item
Bulan January : Bulan berjalan
Bulan February : Bulan akan datang
Bulan Maret : Bulan ketiga ( perkiraan barang jadi tersebut masih diminati )
• LEAD TIME ORDER
Perhitungan Purchasing yang diberikan ke PPIC setelah memperhitungkan proses pembelian bahan baku dari awal menerima PPB ( Permintaan Pembelian Barang ), penawaran harga, approval purchase order dan sampai supplier menerima purchase order.
• MINIMUM ORDER
Minimum order didapatkan dari Purchasing setelah melakukan negosiasi dengan supplier, dalam hal ini purchasing mendapatkan infomasi kebutuhan bahan baku yang akan digunakan yang dari perhitungan PPIC sehingga pada saat meminta pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang di minta karena untuk masalah ini supplier sendiripun mempunyai perhitungan kapasitas produksi dan kapasitas daya angkut expedisinya dengan ini maka akan terciptalah kerjasama yang baik dengan supplier sehingga dapat menghasilakan efektifitas dan efisiensi yang lebih besar.
• SAFTY STOCK
NO BAHAN BAKU BULAN TOTAL RATA-RATA PEMAKAIAN SAFTY STOCK
JAN FEB MAR
1 Bahan A 100 50 150 300 100
2 Bahan B 25 50 50 125 42
3 Bahan C 75 85 75 235 78
Rabu, 21 Juli 2010
Minggu, 04 Juli 2010
PPIC dalam ERP
http://repository.gunadarma.ac.id:8000/207/1/Application_Lintang_Yunufa%284%2952_55.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)
